Kurang lebih 3 minggu yang lalu saya mengikuti tes TOEFL di
Jogja. Kenapa di Jogja? Karena di kota Magelangku yang tercinta ini belum ada
yang mengadakan tes TOEFL dari ETS (atau saya saja yang kurang gahul hhehe). CMIIW.
Yang ada hanya TOEFL preparation test, semacam latihan sebelum mengambil tes
sungguhan. Jadilah saya harus numpang tes di Jogja. FYI, saya daftar sebulan
sebelum pelaksanaan tes, soalnya kalo terlalu mepet hari tes takutnya kuota sudah
full dan harus nunggu di bulan lainnya. Biasanya lembaga bahasa yang
menyelenggarakan sudah punya jadwal sendiri untuk tesnya. Jadi antara lembaga
yang satu dengan yang lain bisa beda. Untuk kali pertama ini saya mengambil tes
di Universitas Sanata Dharma (USD). Saya
mendaftar untuk TOEFL ITP dengan biaya ..... (tarik napas....keluarkaaannn....
pegang dompet erat-erat).... 500.000 rupiah .WOW. Ini belum seberapa jika
dibandingkan TOEFL IBT atau IELTS yang bisa berkali-kali lipat lebih mahal. WOW
WOW. Sebenarnya ada beberapa lembaga lain yang lebih murah 15%-20% dari tes di
USD, tapi saya tetap memilih disana karena satu dua hal.
Tanggal 27 januari 2018 jam 8.00 WIB adalah jadwal tes TOEFL
saya. Saya berangkat dari kos-an Irna sekitar jam 7.00 WIB. Iya, saya menginap
di teman saya itu. Irna. Teman kuliah. Teman nongkrong bareng di pinggir jalan.
Teman ngupil bareng. Teman yang jadi keluarga. Ahh banyak deh kisah saya sama
si ences Irna itu. Insya Allah bakal saya ceritain di lain waktu.
Sesampainya di USD sekitar jam 07.15. Langsung cari ruangan
dan stand bylah saya disana sambil liat baca bukunya Pak Cliff. Ternyata
saya peserta yang paling awal. Saking rajinnya. hahaha. Satu demi satu, dua
demi dua peserta tes yang lain pun datang. Ada yang masih SMA, mahasiswa,
ibu-ibu pun ada. Pengangguran seperti saya pun ada heheh
Jam 08.00 peserta dipanggil satu persatu untuk memasuki
ruangan tes. Saya mendapat tempat duduk di baris ke 2. Setelah dibacakan segala
macam peraturan yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia, maka dimulailah tesnya.
Tes ini ada 3 sesi. Listening 50 soal, Structure and Written Expression 40 soal, dan sesi terakhir Reading 50 soal. Semuanya dikerjakan dalam waktu 120 menit.
120 menit kemudian.... taaa daaaaa... Alhamdulillah selesai
juga meski leher kerasa pegel gara-gara nunduk mulu. Sempet beberapa kali
hilang fokus waktu long story tadiii, sediihh. Doa aja deh, moga dapet score
yang memuaskan. Aamiin
Hasil tes baru bisa diambil 10 hari kerja setelah tes
dilaksanakan. Soalnya yang ngoreksi pusatnya, bukan lembaga bahasa USD. Jadi
mesti sabar nunggu (kamu aja yang belum pasti masih aku tunggu, apalagi cuma
hasil tes *eeaaaaaaaaa)
Dua minggu kemudian, saya kembali ke USD untuk mengambil
hasilnya daaaaaaan........ alhamdulillah score saya melebihi target saya.
Alhamdulillah. 523. Hasil dari doa siang malam dan restu orang tua hhehe
Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu teman-teman
belajar Bahasa Inggris untuk tes Toefl secara otodidak seperti saya:
1.
Baca buku tentang TOEFL yang akan diambil
(CBT,PBT,ITP atau IBT)
2.
Ikuti kursus online. Sekarang teknologi udah
canggih, banyak yang menawarkan kursus online bahasa inggris gratis. Kita
tinggal modal kuota dan disiplin. Dulu saya mengikuti Sekolah TOEFL di grup FB
(Sekarang, sudah dipindah di portal sendiri. Schoollingme namanya. Coba
googling sendiri ya )
3.
Pelajari soal-soal tes TOEFL dari buku yang
berbahasa Inggris. Misal Cliff, Longman
4.
Target per hari berapa soal dan pembahasan
5.
Banyak-banyak liat berita dengan pengantar
bahasa inggris atau liat film tanpa terjemahan, bisa juga denger lagu-lagu
bahasa inggris. Buat ngelatih listening skill kita
6.
Minta doa dan restu orang tua. Ini menolong
banget banget lho. Saya buktinya hhe.
Sekian dulu ya, kalo misalnya ada yang mau ditanyakan bisa langsung komen dibawah. Terimakasih sudah membaca. See youuu
(Diketik udah dari
bulan Februari, tapi baru sempet upload April :-D )
Komentar
Posting Komentar