Yeeeyy ini postingan pertamaku di blog. Posting apa
ya? Puisi aja kali ya. Secara beberapa persen dari jiwaku seneng bikin puisi.
Tp ya gitu deh.. ah nanti liat aja sendiri hahaha.
Sebenarnya, awalnya, puisi ini ditulis buat ikut di salah satu perlombaan cipta puisi di Jejak Publisher. Namun, karena kelewat tanggal akhir pengiriman, ya udah, nggak jadi. Padahal buatnya udah sepenuh hati. Dan kini jadi penghias di blogku daripada mubadzir haha
Lets check this out!
Sebenarnya, awalnya, puisi ini ditulis buat ikut di salah satu perlombaan cipta puisi di Jejak Publisher. Namun, karena kelewat tanggal akhir pengiriman, ya udah, nggak jadi. Padahal buatnya udah sepenuh hati. Dan kini jadi penghias di blogku daripada mubadzir haha
Lets check this out!
Sore Tak Lagi Senja
Ini sore pertamaku, menatap sang
penerang jagad di ufuk barat
Mengayuh sepeda di atas bayangan
gedung nan tinggi
Menampar hati yang terlalu terpatri pada keinginan masa lalu
Memahamkan untuk menerima takdir dengan tangan tanpa genggaman
Menyadarkan bahwa senja adalah impian indah masa dulu yang tak mungkin datang
Yang harus diganti dengan sore yang penuh penerimaan atas kenyataan
Ketika sore tak lagi senja
Mulai menentukan impian lain untuk terus menyala
Mencari jalan lain agar tak ada lagi luka menganga
Menguatkan percaya bahwa perencanaan-Nya adalah sistem paling sempurna
Meneteskan peluh lebih deras untuk memantaskan diri bagi cita
Sore bukanlah senja lagi
Aku, akan membuat impian baru, belajar dari yang dulu
Yang yakin sedang berada pada sistem tanpa cela
Karena aku melihat sore, bukan senja
Menampar hati yang terlalu terpatri pada keinginan masa lalu
Memahamkan untuk menerima takdir dengan tangan tanpa genggaman
Menyadarkan bahwa senja adalah impian indah masa dulu yang tak mungkin datang
Yang harus diganti dengan sore yang penuh penerimaan atas kenyataan
Ketika sore tak lagi senja
Mulai menentukan impian lain untuk terus menyala
Mencari jalan lain agar tak ada lagi luka menganga
Menguatkan percaya bahwa perencanaan-Nya adalah sistem paling sempurna
Meneteskan peluh lebih deras untuk memantaskan diri bagi cita
Sore bukanlah senja lagi
Aku, akan membuat impian baru, belajar dari yang dulu
Yang yakin sedang berada pada sistem tanpa cela
Karena aku melihat sore, bukan senja
Komentar
Posting Komentar